Cara Menghajar Kaum Skeptis à la G. E. Moore, Pembuktian Eksistensi External World, Eksternalisme Semantik, dan Balas Dendam Kaum Skeptis

Cara Menghajar Kaum Skeptis à la G. E. Moore, Pembuktian Eksistensi External World, Eksternalisme Semantik, dan Balas Dendam Kaum Skeptis

Artikel dapat dibaca di Laman LSF Cogito: http://lsfcogito.org/cara-menghajar-kaum-skeptis-la-george-edward-moore/

Continue reading “Cara Menghajar Kaum Skeptis à la G. E. Moore, Pembuktian Eksistensi External World, Eksternalisme Semantik, dan Balas Dendam Kaum Skeptis”

Paradoks Gagak

Paradoks Gagak

Sains menjadi pemicu dan pemacu utama dalam perkembangan peradaban dunia. Pertumbuhan teknologi yang sangat pesat merupakan salah satu dari efek samping dari perkembangan sains yang melesat, mengantarkan kita pada pengetahuan-pengetahuan baru yang tak terduga sebelumnya. Cara pandang kita terhadap dunia sudah sangat berbeda dengan cara pandang manusia ribuan tahun silam. Kini kita tidak merasa aneh dengan adanya zarah kecil penyusun berbagai benda. Kita juga tidak terheran-heran bahwa bintang-bintang indah bertaburan di langit malam adalah bintang jutaan tahun yang lalu. Beberapa dari mereka mungkin sudah tidak bersinar lagi, mati dan dingin. Kita tidak lagi memandang bahwa makhluk hidup yang kompleks berasal dari ketiadaan secara tiba-tiba, tetapi pahatan lambat selama jutaan tahun hasil mahakarya alam. Sains telah merevolusi cara berpikir dan konsep-konsep usang yang turun temurun dirawat. Semua pengetahuan tersebut didapatkan sains dengan jalan menginvestigasi alam, mencari pola, merumuskan hipotesis, mengujinya, dan pada akhirnya menjadi teori saintifik yang established. Continue reading “Paradoks Gagak”

Pendidikan, Masyarakat, dan Filsafat

Pendidikan, Masyarakat, dan Filsafat

Pendidikan telah menjadi kebutuhan dasar manusia sejak lahir. Apa yang dimaksud dengan “pendidikan” di sini bukanlah hanya pendidikan formal di sekolah, membaca buku, mengikuti seminar, dan lain sebagainya. Pendidikan di sini saya maknai sebagai kegiatan belajar. Manusia mengalami proses belajar, dan manusia tidak sendirian. Berbagai hewan juga melakukan proses belajar pada tingkatnya masing-masing. Etologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku hewan secara objektif pada keadaan alaminya, dan memandang perilaku sebagai sifat adaptasi evolusioner. Ada banyak jenis proses belajar pada etologi, salah satunya adalah imprinting. Continue reading “Pendidikan, Masyarakat, dan Filsafat”

Tentang Akal, Sauvinisme Manusia, dan Evolusi

Tentang Akal, Sauvinisme Manusia, dan Evolusi

Akal (cognition) dapat dikatakan sebagai kunci sukses manusia dalam bertahan hidup di dunia. Akal membantu manusia awal survive di sabana Afrika, mendorong individu-individu awal untuk membuat peralatan-peralatan batu sederhana untuk berburu binatang buas era Pleistosen sebelum akhirnya berpencar ke segala penjuru Bumi. Kontrak sosial, yaitu sebuah kontrak antar individu untuk ‘menyerahkan’ (forefit) beberapa hak-hak mereka sebagai ganti dari proteksi dan berbagai keuntungan yang ditawarkan oleh asosiasi antar individu tersebut [1], terbentuk. Kontrak sosial sederhana berkembang menjadi kebudayaan-kebudayaan kompleks awal, yang setelah diperkuat dengan ditemukannya metode penyimpanan informasi berupa tulisan, berubah menjadi kebudayaankompleks modern seperti yang kita lihat sekarang. Continue reading “Tentang Akal, Sauvinisme Manusia, dan Evolusi”

Kepercayaan dan Tuhan-Tuhan Kontemporer

Kepercayaan dan Tuhan-Tuhan Kontemporer

Tuhan, dalam monoteisme, ialah suatu entitas Supreme Being yang merupakan hal mendasar dalam masalah keimanan. Konsep Tuhan dalam monoteisme sering didefinisikan sebagai suatu objek yang immaterial, transenden, dan memiliki atribut Omnipotence (Mahakuasa), Omniscient (Mahatahu), Omnipresence (Ada di mana-mana), Omnibenevolent (Mahabaik), serta termasuk dalam Being yang niscaya (neccesary Being) dan abadi[1]. Namun seiring dengan berkembangnya pemikiran manusia, kompleksitas kehidupan sosial dan politik, banyak muncul berbagai Tuhan baru yang benar-benar berbeda dengan Tuhan generasi sebelumnya. Entah itu klaim dari suatu tokoh yang mempunyai pengalaman spiritual, ataupun sengaja dikarang oleh seseorang dengan alasan tertentu pula. Dalam hal ini kami tidak akan membahas terlalu luas tentang apa itu Tuhan dan eksistensinya, namun tentang bahasan lain mengenai Tuhan baru yang muncul pada abad ke-20 dan abad-abad berikutnya, yang sebut sebagai “Tuhan-Tuhan Kontemporer”. Continue reading “Kepercayaan dan Tuhan-Tuhan Kontemporer”

Mimpi, Paprika, dan Realita Tersimulasi

Mimpi, Paprika, dan Realita Tersimulasi

Pernahkah Anda bermimpi? Mimpi terjadi fase tidur REM (Rapid Eye Movement) yaitu kondisi tidur di mana mata bergerak dengan cepat dengan disertai dengan tubuh yang terlumpuhkan agar kita tidak ‘bertingkah’ dalam fase tidur ini. Detak jantung, laju pernafasan, dan tekanan darah meningkat pada fase ini. Meskipun dalam keadaan tidur, aktivitas otak di fase tidur REM tidak jauh berbeda dengan aktivitas otak pada saat normal [1]. Mengenai mimpi, ada suatu anime (film kartun Jepang) yang membahas hal ini: Paprika. Paprika ialah sebuah film animasi karya Satoshi Kon yang terkenal akan keabsurdannya dalam mengekspresikan karyanya. Paprika bercerita seorang dokter psikoterapi, Atsuko Chiba, yang menggunakan sebuah alat untuk membongkar mimpi. Atsuko Chiba menggunakan alter-ego dalam menjalankan prakteknya. Suatu hari ada pasien yang merupakan detektif meminta bantuan pada Chiba untuk menerapi dirinya yang mengalami mimpi berulang dan melihat seseorang yang sama namun samar dalam mimpi tersebut. Paprika—alter ego Atsuko Chiba—mulai memasuki alam mimpi detektif. Di lain sisi, kreator asli dari alat itu mengetahui bahwa Chiba menggunakan alat itu secara illegal. Jadilah ia memasuki dunia mimpi asistennya dan bertabrakan dengan mimpi detektif. Pada saat itulah mulai terjadi hal yang aneh, absurd, realita menjadi berbaur dengan mimpi, dan dunia seakan terdistorsi. Continue reading “Mimpi, Paprika, dan Realita Tersimulasi”