Pengantar Politik Post-truth

Pengantar Politik Post-truth

Berkembangnya media sosial memicu perubahan besar dalam bagaimana masyarakat mencari dan mencerna berita. Perubahan ini dipicu oleh jangkauan dan kecepatan perambatan berita dan informasi dalam media sosial, dan fakta bahwa semua orang dapat menjadi pembawa berita atau penulis dalam media sosial. Jika dibandingkan dengan media tradisional seperti televisi dan koran, yang publikasi beritanya biasanya hanya terbatas pada jam-jam atau waktu tertentu dalam sehari, informasi yang ditransmisikan lewat media sosial dapat tersebar dalam hitungan menit dari waktu saat suatu peristiwa terjadi. Selain itu, media sosial tidak mengenal batasan geografis. Seorang nelayan di Tanganyika dapat melihat langsung pernikahan seorang pedagang sapi di Tajikistan lewat YouTube, dan sekelompok anak TK di pelosok Purbalingga bisa menonton langsung final kompetisi CS:GO di Belgrade tanpa perlu bolos sekolah untuk pergi ke Serbia. Media sosial juga tidak mengenal siapa yang menulis suatu berita, dalam artian semua orang bisa menulis berita mengenai apa yang terjadi di sekitar mereka. Citizen journalism seperti ini menyebabkan jangkauan sosial media lebih besar daripada media tradisional, yang biasanya hanya memberitakan berita-berita yang dianggap penting karena waktu penyiaran atau ukuran kolom yang terbatas. Continue reading “Pengantar Politik Post-truth”

Iklan