Belum Ada Judul

Belum Ada Judul

      Seperti biasa aku pulang berjalan kaki melewati gang sempit ini. Tidak ada yang mencuri pandangku, hanya dua kucing yang sedang kawin. Aku sudah sering melihat itu dari jendela kamarku. Entah kenapa atap rumah tetanggaku menjadi spot favorit kucing berkawin. Tidak kenal waktu, siang, sore, malam, bahkan pagi. Sudah dua blok gedung kulewati, tapi abang cimol yang biasa mangkal di depan toserba 9-Eleven belum muncul juga. Apakah dia meliburkan diri? Kudengar besok adalah hari peternak. Mungkin saja abang cimol juga peternak lele. Daripada menanti ketidakpastian, aku masuk ke dalam 9-Eleven membeli kopi dingin. Biasa, untuk meredakan stres temporer, dibutuhkan asupan kopi dingin yang cukup. Kalau panas? Itu untuk menikmati bacaan saat senja. Apalagi ditambah hujan, lalu rindu tiba-tiba berlabuh. Lengkap sudah, rindu kehujanan kopi di saat senja.

     Belum saja membuka pintu kaca bertuliskan pull—push yang sebenarnya bisa aku dorong atau tarik dari kedua sisi, seorang pengemis tua—atau saudara si abang cimol, wajahnya lumayan sama saat pandangan pertama—memberi kode padaku. Aku tidak tahu pastinya, apakah kode atau dia sedang merentangkan jemari setelah sekian lama menggunakannya (untuk mengemis atau membantu membuat bola-bola cimol). Continue reading “Belum Ada Judul”

Iklan

Paradoks Gagak

Paradoks Gagak

Sains menjadi pemicu dan pemacu utama dalam perkembangan peradaban dunia. Pertumbuhan teknologi yang sangat pesat merupakan salah satu dari efek samping dari perkembangan sains yang melesat, mengantarkan kita pada pengetahuan-pengetahuan baru yang tak terduga sebelumnya. Cara pandang kita terhadap dunia sudah sangat berbeda dengan cara pandang manusia ribuan tahun silam. Kini kita tidak merasa aneh dengan adanya zarah kecil penyusun berbagai benda. Kita juga tidak terheran-heran bahwa bintang-bintang indah bertaburan di langit malam adalah bintang jutaan tahun yang lalu. Beberapa dari mereka mungkin sudah tidak bersinar lagi, mati dan dingin. Kita tidak lagi memandang bahwa makhluk hidup yang kompleks berasal dari ketiadaan secara tiba-tiba, tetapi pahatan lambat selama jutaan tahun hasil mahakarya alam. Sains telah merevolusi cara berpikir dan konsep-konsep usang yang turun temurun dirawat. Semua pengetahuan tersebut didapatkan sains dengan jalan menginvestigasi alam, mencari pola, merumuskan hipotesis, mengujinya, dan pada akhirnya menjadi teori saintifik yang established. Continue reading “Paradoks Gagak”

Pendidikan, Masyarakat, dan Filsafat

Pendidikan, Masyarakat, dan Filsafat

Pendidikan telah menjadi kebutuhan dasar manusia sejak lahir. Apa yang dimaksud dengan “pendidikan” di sini bukanlah hanya pendidikan formal di sekolah, membaca buku, mengikuti seminar, dan lain sebagainya. Pendidikan di sini saya maknai sebagai kegiatan belajar. Manusia mengalami proses belajar, dan manusia tidak sendirian. Berbagai hewan juga melakukan proses belajar pada tingkatnya masing-masing. Etologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku hewan secara objektif pada keadaan alaminya, dan memandang perilaku sebagai sifat adaptasi evolusioner. Ada banyak jenis proses belajar pada etologi, salah satunya adalah imprinting. Continue reading “Pendidikan, Masyarakat, dan Filsafat”